Selamat Datang

SELAMAT DATANG pada blog ini. Sebuah keberuntungan kita dapat berdiskusi.
Kemudian, saya akan mengajak ANDA untuk berdiskusi tentang suatu cara untuk meningkatkan kualitas diri, sehingga ANDA dapat mencapai kesuksesan yang gemilang. Lebih dahsyat dari sebelumnya. Disamping ANDA juga dapat membantu orang-orang di sekitar ANDA untuk menjadi lebih sukses dalam hidupnya. Semoga ANDA menikmati diskusi ini.

Sukses merupakan keinginan setiap orang. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat mencapai sebuah kesuksesan. Aneka cara ditemukan, disusun dan diajarkan pada banyak orang agar setiap orang dapat meraih kesuksesan seperti yang diinginkan. Semakin banyak orang yang berhasil mencapai kesuksesan, diharapkan akan mengurangi dan bahkan menghilangkan penderitaan di muka bumi ini.

Seperti yang akan kita diskusikan saat ini, tentang sebuah gagasan, yang merupakan langkah kunci mencapai multi sukses dalam kehidupan. Serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sistematis, sehingga membentuk sebuah proses yang dapat dievaluasi, dan dapat dirancang khusus sesuai dengan keinginan setiap orang.

Langkah-langkah kunci yang akan kita diskusikan berikut ini merupakan langkah-langkah jitu yang dirancang berdasarkan pendekatan SINOSPIR, yang merupakan perpaduan antara pendekatan psikologi, hipnosis dan spiritual. (uraian lebih jelas tentang SINOSPIR terdapat pada pembahasan berikutnya). Langkah-langkah ini jika diterapkan dengan konsisten pada setiap detik kehidupan, maka akan memberikan dampak positif yang sangat dahsyat. Hal ini disebabkan karena langkah-langkah ini mengadopsi dari hukum-hukum alam, yang telah mewarnai kehidupan manusia sejak jaman purba, yang merupakan anugrah besar dari Tuhan (sunatullah), dan juga telah tercatat dalam kitab-kitab yang berisi kumpulan firman Tuhan.

Langkah-langkah ini merupakan langkah kunci, karena disini saya akan mendiskusikan dengan anda, hal-hal yang menjadi substansi dari berbagai sumber kesuksesan. Kesuksesan yang sangat dahsyat. Dan kesuksesan ini berasal dari dalam diri anda. Kesuksesan yang bersumber dari nilai-nilai yang anda yakini, dari kepercayaan yang anda pilih, dari motivasi diri anda, dari berbagai hal yang anda inginkan untuk terjadi, dan dari keyakinan anda pada semesta ciptaan Tuhan.

Mungkin saja, sebelumnya anda sudah pernah melakukan langkah-langkah ini, dan akhirnya anda berhasil mendapatkan apa yang anda inginkan. Namun saat itu, mungkin anda menyebutnya dengan kebetulan. Sebuah keberhasilan yang terjadi tanpa kendali anda. Sebuah keberuntungan yang anda sendiri saat itu tidak tahu bagaimana hal tersebut bisa terjadi sesuai harapan anda.

Namun saya yakin, jika anda telah membaca ulasan ini, dan membayangkan anda dan saya sedang berdiskusi tentang hal ini, maka anda akan tahu bagaimana sebuah kemujuran akan selalu terjadi. Bayangkan dan coba rasakan saya adalah teman anda. Seorang teman yang setara dengan anda. Seorang teman yang saling menghargai pemikiran teman lainnya. Bayangkan dan coba rasakan anda dan saya sedang ngobrol santai dengan situasi yang sangat nyaman. Bisa di café, di pinggir kolam renang, di ruang tamu rumah anda, di warung kopi kaki lima pinggir jalan, atau dimana saja anda merasa nyaman. Coba bayangkan dan rasakan suasana yang nyaman sesuai selera anda. Karena saya akan menemani anda untuk berdiskusi tentang kesuksesan kapanpun dan dimanapun anda mau. Saya selalu siap untuk hadir di hadapan anda kapan saja.

Jika anda telah merasa hadir dalam suasana yang sesuai dengan selera anda, mari kita lanjutkan diskusi kita dengan lebih santai dan lebih akrab.

Atau jika anda belum merasa hadir dalam suasana yang santai dan akrab dengan saya, hal itu bukan masalah, lanjutkan saja diskusi kita apa adanya, dan anda secara perlahan akan lebih merasa santai dan lebih akrab dengan saya.

Pikiran Mempengaruhi Perilaku

Pikiran manusia merupakan anugrah Tuhan yang sangat luar biasa. Allahu akbar. Sebuah teknologi yang sangat canggih, yang bekerja menurut sistem kerja mandiri namun simultan antara sistem satu dengan sistem yang lain. Sebuah sistem teknologi yang sangat canggih namun hemat tempat dan membutuhkan cara perawatan yang sangat sederhana. Luar biasa. Tuhan maha besar dan maha pandai.

Secara medis juga dikatakan bahwa otak adalah pusat saraf seluruh tubuh. Dengan demikian otak yang merupakan wadah pikiran saya dan anda merupakan pengendali seluruh perilaku seseorang. Apapun perilakunya, baik positif maupun negatif, semuanya bermula dari sistem kendali yang berada di dalam otak, yaitu pikiran.

Ketika anda tiba di tempat kerja anda. Hal tersebut dapat terwujud karena pikiran anda memberikan perintah pada seluruh bagian tubuh anda untuk melakukan perilaku yang bertujuan tiba di tembat kerja anda. Sejak anda bangun tidur di pagi hari, lalu mandi dan kemudian mengenakan pakaian selayaknya anda mau pergi ke tempat kerja, diteruskan dengan sarapan pagi, kemudian mengendarai kendaraan anda, atau menuju jalan utama untuk menunggu angkutan umum yang menuju tempat kerja anda. Hingga anda tiba di tempat kerja anda. Sangat luar biasa, karena hal yang cukup sering kita lakukan tersebut sebenarnya adalah proses kerja pikiran kita. Sekali lagi, pikiran kita yang menyebabkan anda tiba di tempat kerja.

Mungkin jarang anda menyadari akan proses tersebut. Apalagi ketika saya mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena pikiran anda tertuju untuk sampai ke tempat kerja. Pertanyaannya, mengapa anda kok tidak tiba di tempat wisata saja ? Mengapa anda harus bangun pagi ? Mengapa anda mengendarai kendaraan anda atau naik angkutan umum dengan jurusan tempat kerja anda ?

Bisa anda coba ketika pada hari libur, dan anda sedang libur pula. Apakah anda akan melakukan aktivitas seperti yang saya contohkan tadi ? Saya yakin tidak. Sebagian dari anda lebih memilih untuk bangun lebih siang. Mungkin juga tidak langsung mandi. Diantara anda lebih memilih untuk jogging di sekitar rumah anda atau di taman kota. Hingga mungkin anda mengendarai kendaraan anda menuju tempat wisata faforit anda. Sangat berbeda bukan ?

Itulah mengapa saya mengatakan bahwa pikiran manusia menyebabkan manusia yang bersangkutan melakukan sesuatu. Meskipun seringkali anda dan saya tidak menyadari hal tersebut. Seringkali kita melakukan sesuatu tanpa memikirkannya atau merencanakannya lebih dulu. Seperti misalnya menjepit hidung dengan ibu jari dan telunjuk ketika mencium bau kentut.

HIPNOSIS ITU MENYENANGKAN

Istilah hypnosis atau hipnotis, merupakan sebuah istilah yang sudah umum diucapkan dan menjadi bahan perbincangan. Mungkin ANDA sendiri pernah mendiskusikannya.

Hypnosis, yang oleh lidah orang sini sering disebut dengan hipnotis telah menjadi fenomena yang menarik.

Saya yakin ANDA, sudah pernah mendengar kata ”hipnotis” bukan ?! Menurut ANDA, apakah hipnotis itu ?..... Pernahkah ANDA di-hipnotis sebelumnya ?..... Maukah ANDA, saya hipnotis ?.....

Jawaban ANDA pada pertanyaan-pertanyaan tersebut mencerminkan pendapat ANDA tentang hipnotis. ANDA mungkin merasa familiar dengan hipnotis dan merasa senang jika dihipnotis. Karena ANDA mungkin pernah merasakan betapa nikmatknya di-hipnotis. Merasakan sensasi relaksasi yang sangat dalam, dimana ANDA dapat melepaskan seluruh beban pikiran dan perasaan anda, dan kemudian menemukan isnpirasi dan semangat hidup yang lebih besar dari sebelumnya. Sehingga ANDA merasa bahagia setelah di-hipnotis.

Atau, ANDA menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jawaban-jawaban kekhawatiran dan ketakutan. ANDA merasa takut jika nantinya ANDA akan di-hipnotis yang menyebabkan pikiran ANDA menjadi lemah, sehingga ANDA akan menyerahkan uang dan harta ANDA dengan sukarela, yang nantinya akan ANDA sesali sendiri. Dan kemudian ANDA mengaku telah kena ”gendam”. Apakah ANDA pernah kena gendam sebelumnya ? Atau ANDA hanya tahu berita dan cerita tentang gendam ? Sehingga ANDA merasa takut dan khawatir jika mendengar kata ”hipnotis”.

Berbagai informasi, baik secara langsung maupun tidak melalui media massa, telah menyajikan informasi tentang hipnotis, baik yang digunakan untuk terapi kesehatan, meningkatkan motivasi, hingga yang disalah gunakan untuk kejahatan.

Meski demikian, hipnotis merupakan sebuah hukum alam yang wajar. Sebuah hukum alam yang merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa. Seperti hukum gravitasi, yang membuat segala benda yang ada di bumi ini selalu tertarik ke bawah. Miringkanlah sebuah teko yang terdapat penuh air di dalamnya. Maka air itu akan tumpah. Sediakan gelas berisi gula dan teh di dalamnya. Maka ANDA telah siap menikmati segelas teh manis yang sangat segar.

Gravitasi merupakan hukum alam yang wajar. Mengetahui cara kerja gravitasi, membuat hidup ANDA menjadi menyenangkan. Contohnya teh manis yang segar tadi. Kurangnya pengetahuan tentang gravitasi membuat hidup ANDA menjadi kacau balau. Bayangkan ANDA memiringkan teko yang penuh air, tanpa menyiapkan gelas di bawahnya. Maka meja ANDA akan basah, dan ANDA harus kerja ekstra untuk mengeringkannya.

Hipnotis sebagai hukum alam yang bekerja pada pikiran manusia, memiliki sifat seperti hukum gravitasi. Hipnotis yang merupakan bagian dari hukum alam, diciptakan Tuhan untuk membantu manusia menjadi lebih mudah mencapai kesuksesan dan mencapai kebahagiaan dalam hidup. Apapun agamanya, apapun keyakinannya, dari ras apapun, dari belahan bumi sebelah manapun, hipnotis pasti ada disitu. Mungkin bukan dengan istilah hipnotis. Namun ketika diri seseorang, atau mungkin ANDA pernah mengalami ketika batin ANDA menjadi begitu tenang, sehingga seakan anda mendapatkan pencerahan/hidayah, misalnya ketika sholat Tahajud pada dini hari hingga tanpa terasa ANDA meneteskan air mata, atau seperti anda berhasil memahami sesuatu yang telah lama anda cari maknanya sehingga anda merasa bahagia, hingga ketika ANDA sedang menikmati pertandingan sepak bola dan tiba-tiba berteriak kegirangan ketika tim favorit anda berhasil mencetak gol. Itu semua adalah hipnotis. Yaitu ketika konsentrasi ANDA terfokus pada suatu hal, hingga anda tidak menyadari hal lain pada saat yang sama juga sedang berlangsung.

Bagi orang yang mengerti tentang hipnotis, dan mungkin sekarang ANDA sudah termasuk orang yang mengerti tentang hipnotis, hipnosit merupakan sesuatu yang menyenangkan. Coba saja ANDA tanyakan pada orang-orang yang telah mengetahui tentang hipnotis, ”apakah saudara mau di-hipnotis ?” saya yakin mereka akan menjawab ”ya, mau”. Ada beberapa alasan mengapa ornag-orang yang telah mengetahui ilmu tentang hipnotis bersedia untuk dihipnotis :

Alasan 1 : Di-hipnotis itu enak. Kita dapat menurunkan gelombang otak hingga level teta, dimana akan sangat terasa sensasi relaksasi yang begitu nikmat.

Alasan 2 : Hipnotis akan berhasil jika orang yang di-hipnotis bersedia untuk di-hipnotis. Jadi jika orang yang meng-hipnotis berniat jahat, dan memberikan sugesti yang buruk untuk kita, maka kita bisa kapan saja membuka mata dan memarahi orang berniat jahat tadi.

Sehingga hipnotis sangat aman dan nyaman, terlebih jika ANDA memahami cara kerjanya. Tidak perlu khawatir atau takut untuk mencoba dan mempelajari hipnotis. Carilah informasi yang lebih banyak tentang hipnotis. Anda bisa menghubungi saya melalui email saya, atau anda membeli buku tentang hipnotis di toko buku.

Hipnotis, atau bahasa yang lebih betul adalah hipnosis, adalah hukum alam yang sangat wajar, sewajar grafitasi yang membuat ANDA dapat berjalan diatas tanah dengan mantab.

Mari kita berdiskusi dulu tentang apa itu sukes

Kata sukses merupakan kata yang sangat umum digunakan. Atau anda mungkin juga pernah menggunakan kata berhasil, dalam bahasa Indonesia. Kalau kata berhasil ini kita urai bersama, maka kita akan mendapatkan kata dasar “hasil” dengan awalan “ber” (ber-hasil) yang bermakna “mendapatkan hasil”.

Saya yakin bahwa anda dan semua orang sangat sering menggunakan kata berhasil atau sukses, atau kata dalam bahasa lain dengan makna yang sama. Saya yakin demikian karena semua orang pasti memiliki keinginan, impian atau harapan. Dan berharap keinginan anda akan terkabul. Ketika keinginan terkabul maka anda disebut mendapatkan kesuksesan.

Jadi mari kita simpulkan bahwa sukses adalah tercapainya keinginan, impian atau harapan.

Setiap orang mendambakan kesuksesan. Dan untuk mencapainya, setiap orang melakukan berbagai upaya yang unik sesuai potensi, kondisi dan perspektif masing-masing. Karena setiap orang diciptakan secara berbeda. Sehingga akan berbeda pula cara memandang suatu kesuksesan. Dengan kata lain, kesuksesan sangat relatif. Mungkin anda pernah mengalami ketika anda telah mendapatkan kesuksesan pada suatu bidang, yang membuat anda begitu bahagia dan sangat bangga pada diri anda sendiri, sehingga anda sangat bersemangat untuk menceritakan keberhasilan anda ini pada orang-orang yang anda sayangi. Mungkin teman, sahabat, kekasih atau keluarga anda. Kemudian ketika anda menceritakan pada mereka dengan sangat bersemangat dan rasa bangga yang tinggi, dalam hati anda berharap mereka dapat ikut berbahagia dan bangga pada kesuksesan anda. Namun ternyata respon mereka, atau beberapa dari mereka terkesan datar. Seakan kesuksesan yang telah anda raih dan anda banggakan bukan sesuatu yang mengagumkan. Bagi mereka kesuksesan yang anda maksud adalah hal yang sangat biasa, sehingga tidak layak untuk dibanggakan dan dirayakan.

Contoh tersebut membuktikan bahwa cara pandang setiap orang tentang kesuksesan adalah berbeda-beda. Sehingga menimbulkan standart atau parameter kesuksesan yang berbeda-beda pula. Dengan demikian, setiap orang, bahkan anda dan saya, berhak menentukan standart kesuksesan kita sendiri-sendiri. Saya memiliki impian saya, dan anda memiliki impian anda. Misalkan kita beradu lari cepat dengan jarak 100 meter, dengan tujuan yang sama yaitu mencapai garis finis lebih dulu. Pada saat pistol start ditembakkan, saya dan anda spontan beranjak dari garis start dan berlari sekencang-lencangnya menuju garis finish yang hanya berjarak 100 meter. Lalu kemudian dada anda berhasil memutuskan pita merah di garis finish, sedangkan saya berada sepersekian detik di belakang anda.

Secara umum anda disebut telah mencapai sebuah kesuksesan dengan tiba di garis finish lebih dulu daripada saya. Sedangkan saya bisa disebut pecundang karena telah anda kalahkan. Namun kembali lagi, parameter kesuksesan ada di dalam pikiran masing-masing orang. Karena dalam hal ini saya memilih untuk merasa mendapatkan kesuksesan yang gemilang. Mengapa ? Karena saya adalah orang biasa yang berolah raga hanya setiap hari minggu pagi dengan jogging di kompleks perumahan tempat saya tinggal. Sedangkan anda adalah atlit lari cepat yang telah beberapa waktu mendpaatkan latihan intensif menjelang turnamen nasional. Berada sepersekian detik di belakang anda di garis finish merupakan hal yang luar biasa bagi saya. Hal ini merupakan keberhasilan dan kebanggan bagi saya. Meski anda lebih dulu mencapai garis finish daripada saya, namun saya berhasil untuk berada sepersekian detik di belakang anda di garis finish. Sebuah pengalaman yang luar biasa.

Dari cerita ilustrasi tersebut, muncul pertanyaan. Dan mungkin anda juga mempertanyakannya, sebagaimana kebanyakan orang yang saya temui. Pertanyaannya adalah : Apakah boleh saya merasa menang, padahal saya tidak mencapai garis finish secepat anda ? Apa boleh saya menerapkan standart kesuksesan diri saya sendiri, bukannya standart kesuksesan itu sudah ditetapkan oleh masyarakat ? Bukankah menetapkan parameter kesuksesan saya sendiri merupakan bentuk keras kepalanya diri saya yang tidak mau dikalahkan ? Bukankah seharusnya saya merasa kecewa karena telah dikalahkan, bukannya malah bangga dengan berada di tempat kedua ?

Dan mungkin berbagai pertanyaan lainnya yang intinya menanyakan “bolehkah membuat sebuah standart kesuksesan sendiri?”

Jawabannya adalah boleh, namun secara kontekstual. Bukan secara umum. Artinya adalah, dalam pertandingan resmi seperti saya contohakan dengan lari cepat 100 meter, terdapat standart yang telah ditetapkan, yaitu siapa saja yang mencapai garis finish lebih dahulu disebut sebagai pemenang dan berhak atas hadiah. Dalam ilustrasi diatas, andalah pemenangnya dan berhak mendapatkan medali. Sedangkan saya bukan pemenang dalam pertandingan tersebut. Menang dan kalah dalam pertandingan formal, atau dalam setiap hal yang telah ditentukan standartnya oleh masyarakat, bukan merupakan hal substansial. Karena hal itu pasti akan terjadi secara bergantian, bagaikan tropi bergilir wali kota yang selalu berpindah tangan setiap turnamen. Atau seperti kata para pujangga bahwa kehidupan bagaikan roda yang berputar, kadang diatas – kadang dibawah, kadang menang – kadang kalah. Jadi, apapun hasilnya bukan masalah.

Permasalahan yang sering muncul adalah ketika seseorang mengalami kekalahan secara mental. Jika hal ini terjadi, mungkin ketika seseorang telah memenangkan pertandingan secara formal, namun saya yakin ia tidak akan mendapatkan kebahagiaan dan kebanggaan. Padahal, bukankah tujuan semua orang untuk hidup adalah untuk mencapai kebahagiaan yang maksimal ?